Pages

Selasa, 14 Desember 2010

Anak Jalanan Korban Perubahan Zaman

http://oktasihotang.com/wp-content/uploads/2010/01/anak_jalanan_111.jpg
Di pojok stasiun dan terminal
Sesak oleh manusia
Dan harapan-harapan
Kepada kehidupan

Dari ujung asap kelabu
Tiga anak jalanan
Berlarian menjajakan
Dari nasi hingga koran

Tentu bukanlah orang kota
Kalau tak sembrono bicaranya
Tampang mencemooh wajahnya
Senyum adalah barang mahal di sana

Kusebut ini tragedi dan bencana
Dimana anak jalanan korban
Mereka tak pernah selintaspun
Berkeinginan Hidup demikian

Sungguh mereka terlalu murni
Hidup berselimut langit
Dan beralaskan bumi
Biasa kalau tak makan nasi 3 hari

Zaman makin bergolak maju
Namun mereka mundur melulu
Nasib kalah diam terpaku
Terlindas Zaman yang makin tak tahu malu

Tak Kusangka
Kebersamaan adalah yang berharga
Biar hidup susah
Tertawa bisa membuat lupa

Kukagumi bahwa mereka
Tak pernah lupa bersyukur
Kata mereka
“Dosa besar kalau kami kufur!”

Sahabatku yang sedang merenung
Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Atas nyawa yang dikembalikan di pagi hari?
Atas tiap bulir padi yang kau makan tadi?
Atas jiwau, tubuhmu dan hatimu?
Dan atas Kehidupan yang diberikan Tuhanmu?

Dari Goji jamban09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar